
ALLAH adalah Nur dari langit
dan bumi. Setiap sinar yang tampak
di dataran tinggi mau pun di lembah,
apakah di dalam kalbu atau
jasmani, apakah bersifat pribadi
atau impersonal, apakah kelihatan
atau tersembunyi, apakah di dalam
pikiran manusia atau di luarnya,
semuanya merupakan berkat dari
rahmat-Nya. Hal ini menjadi tanda
bahwa rahmat umum dari Tuhan
seru sekalian alam menyelimuti
keseluruhan dan tidak ada yang
dikecualikan dari rahmat tersebut.
Dia adalah sumber dari semua
rahmat dan menjadi sumber
utama dari semua nur dan menjadi
sumber mata air dari semua
kerahiman. Wujud-Nya adalah
penyangga alam ini dan menjadi
tempat berlindung segalanya. Dia
itulah yang telah membawa keluar
segala hal dari kegelapan ketiadaan
dan mengaruniakan atas
semuanya jubah perwujudan. Tidak
ada yang mewujud dan abadi
di luar Wujud-Nya dan tidak ada
yang tidak menerima Rahmat-
Nya. Bumi dan langit, manusia
dan hewan, batu dan pepohonan,
ruh dan jasmani, semua mewujud
berkat Rahmat-Nya.[]
—BA; RKh-I/h.191-192,1984.